Cermin Hati

Universal Nikko
Seringkali saya iri, mengapa zaman saya muda dulu belum ada jejaring sosial seperti facebook? Kalau sudah ada, mungkin Kelas Cendol akan saya bangun sejak saya SMP. Apa itu Kelas Cendol? Yang belum tahu, mungkin akan mengerutkan kening. Tapi saya juga tidak segan memberi tahu. Sekitar setahun lalu, saya bersama Donatus A. Nugroho, Putra Gara dan Divin Nahb membentuk sebuah grup kepenulisan di facebook dengan nama Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi – (Universal NikkO+mayokO aikO). Grup yang dibangun berdasarkan asas kekeluargaan, kebersamaan dan rasa saling memiliki. Tak disangka, antusiasme facebookers untuk bergabung dengan grup ini luar biasa, sehingga detik ini saja jumlah anggota mencapai lima ribuan lebih. Berbagai macam program kepenulisan serta lomba kami gelar dengan profesional, tanpa kami pungut biaya sepeser pun. Para suker (suhu keren, sebutan untuk guru pengajar) bahkan rela kerja sosial demi terus menghidupkan grup yang terus melahirkan bibit-bibit penulis muda ini.

Sekarang, lewat Cermin Hati, terbayarlah semua kerja keras setahun ini. Tak henti berkaca-kaca mata saya, membaca satu demi satu cerpen yang ditulis para unyu kelas Cendol. Anak-anak usia sembilan belas tahun ke bawah yang tak pernah lelah belajar, tak pernah patah semangat berkarya. Saya bisa bilang apa? Bahkan ungkapan kebanggaan ini lebih mendalam daripada kebanggaan seorang bapak terhadap anak-anaknya. Ucapan terima kasih saja, mungkin tidak akan cukup. Kalau memungkinkan, kelimapuluh unyu ini akan saya peluk dalam satu rengkuhan tangan saya.

Namun perjalanan tak berhenti di sini. Percayalah, bahwa satu karya akan membuka jalan bagi ribuan karya-karya lain. Karena sejak sekarang, kita mengemban tanggung jawab untuk terus berprestasi. Terus menulis, terus berkarya yang lebih bagus lagi. Maka jangan berhenti belajar. Menulislah tanpa beban, menulislah dengan bahagia. Terakhir, saya ucapkan selamat untuk seluruh anak-anak saya yang lolos dalam karya besar ini. Selamat, dan peluk sayang untuk kalian semua. Terima kasih tak terhingga juga untuk mas Donatus A. Nugroho yang sudah merelakan waktunya untuk terjaga setiap saat membimbing dan memfasilitasi para penulis muda ini.


Previous
Next Post »